Kitong Bisa Foundation Latih Para Trainer Terpilih Untuk Policy Boocamp USAID Kolaborasi

- Minggu, 23 Oktober 2022 | 16:07 WIB
Sebanyak 13 trainer ikut dalam pelatihan ini. 10 orang trainer terpilih berasal dari Papua Barat dan tiga trainer lainnya berasal dari Jakarta. Tampak suasana kegiatan. (AMANDA )
Sebanyak 13 trainer ikut dalam pelatihan ini. 10 orang trainer terpilih berasal dari Papua Barat dan tiga trainer lainnya berasal dari Jakarta. Tampak suasana kegiatan. (AMANDA )

MANOKWARI (LINTAS PAPUA)  -  Kitong Bisa Foundation (KBF) adalah salah satu Community Social Organization (CSO) dipercaya untuk menjadi bagian dari program USAID Kolaborasi akan menyelenggarakan Training of Trainer Policy Bootcamp Papua Barat pada 24 - 28 Oktober 2022 di Manokwari - Papua Barat. Adapun tujuan dari pelatihan ini, untuk melatih para trainer tersebut dapat menyampaikan 15 materi yang terdapat dalam modul Policy Bootcamp dengan baik yang akan diikuti oleh para Local Champion.

Sebanyak 13 trainer ikut dalam pelatihan ini. 10 orang trainer terpilih berasal dari Papua Barat dan tiga trainer lainnya berasal dari Jakarta. Sejumlah akademisi ternama dari Papua Barat seperti; Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si, Dr. Agus Sumule dan Juliana Numberi adalah trainer yang akan ikut dalan pelatihan ini.

Baca Juga: Dukung Suksesnya KMAN VI, Ondoafi Kampung Kayo Pulau, Nicolas Jouwe Apresiasi Pelayanan PDAM Jayapura

USAID Kolaborasi merupakan program inisiatif dari Kementerian Perencanaan Pembangunan (Kementerian PPN/ Bappenas) dan Pemerintah Amerika Serikat, melalui United States Agency for International Deveploment (USAID) untuk mendukung Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP).

Program ini juga perwujudan dari Inpres No. 9 Tahun 2020 oleh Presiden Joko Widodo tentang Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

Sebelumnya, Kitong Bisa Foundation telah mengadakan Pelatihan Kebijakan (Policy Bootcamp) kepada 20 Local Champion di Jayapura - Papua, pada 3 -7 Oktober lalu. Sesuai dengan tujuan program, seluruh kegiatan dalam USAID Kolaborasi melibatkan Orang Asli Papua (OAP).

Di mana, para masyarakat dapat ikut menyuarakan aspirasinya yang merupakan hal krusial dalam proses tata kelola pembangunan daerah, yang berpihak pada rakyat.

Jouhannes Faidiban selaku Direktur Utama KBF menyampaikan bahwa KBF berkomitmen penuh untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai bagian dari program USAID Kolaborasi. Di mana, progam ini juga merupakan perwujudan dari Inpres No. 9 Tahun 2020 tentang percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

"Menjadi salah satu organisasi yang dipercaya dalam menjalankan USAID Kolaborasi merupakan sebuah amanah besar bagi Kitong Bisa Foundation. Program ini merupakan inisiatif baik dan langkah nyata dalam mendorong terjadinya percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat. Untuk itu, penting bagi SDM Papua juga mengerti dan menyampaikan aspirasi mereka tentang kebijakan-kebijakan di pemerintah. Oleh karena itu penting diadakan Pelatihan Kebijakan atau Policy Bootcamp kepada masyarakat lokal," Ungkap pria yang akrab disapa dengan Annes tersebut.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Honda Juara Hadirkan Promo Spesial Bulan Januari

Selasa, 17 Januari 2023 | 15:40 WIB

Ekspor di Papua Naik 42,60 Persen Pada September 2022

Senin, 17 Oktober 2022 | 16:28 WIB

Birkenstock Man Pilihan untuk Kaum Adam

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 14:01 WIB
X