• Selasa, 29 November 2022

Kawasan Industri Jababeka Menjadi Cluster Industri Net Zero Pertama di Asia Tenggara

- Sabtu, 12 November 2022 | 13:48 WIB
Dalam KTT B20 Summit yang diselenggarakan di Bali pada 13 November 2022, Agung Wicaksono juga berpartisipasi sebagai Deputy dan Co-Chair dari B20 Taskforce for Energy, Sustainability and Climate..
Dalam KTT B20 Summit yang diselenggarakan di Bali pada 13 November 2022, Agung Wicaksono juga berpartisipasi sebagai Deputy dan Co-Chair dari B20 Taskforce for Energy, Sustainability and Climate..

BALI (LINTAS PAPUA) – Pada side event dari gelaran B20 Indonesia 2022 yaitu Indonesia Net Zero Summit 2022 Jababeka, Pertamina, Hitachi, Unilever, dan L-Oréal menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung kawasan industri Jababeka sebagai klaster industri nol emisi karbon (Net Zero Industrial Cluster) pertama di Asia Tenggara.

 

Aksi ini didukung oleh World Economic Forum dan Accenture sebagai bagian dari inisiatif “Transitioning Industrial Clusters towards Net Zero” yang berkolaborasi dengan Accenture dan EPRI.


Kawasan industri merupakan bagian penting dari transisi energi. Oleh karena itu, Jababeka sebagai pengembang kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, bersama Pertamina , Hitachi, Unilever, dan L-Oréal berupaya mengembangkan solusi dekarbonisasi secara kolektif yang mensinergikan seluruh stakeholder dengan menargetkan net-zero carbon emission di dalam kawasan sebelum tahun 2050.

Kawasan industri merupakan bagian penting dari transisi energi. Oleh karena itu, Jababeka sebagai pengembang kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, bersama Pertamina , Hitachi, Unilever, dan L-Oréal .

Inisiatif ini juga mendorong operasional dan sirkularitas yang efisien serta transisi penggunaan listrik tenaga surya dan sumber daya terbarukan lainnya. Inisiatif ini akan menjadi bagian dari upaya transisi energy B20 yang mendukung Presidensi G20 Indonesia di tahun ini.

Agung Wicaksono selaku Managing Director, PT Jababeka Infrastruktur menyampaikan “Inisiatif ini akan membantu perusahaan di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara untuk mengambil peran utama dalam mengatasi meningkatnya permintaan konsumen akan produk berkelanjutan dan praktik
bisnis yang bertanggung jawab”.

Nicke Widyawati, President Director and CEO Pertamina, Chair of the B20 Energy, Sustainability and Climate Change Task Force menanggapi hal ini “Meningkatkan penggunaan solusi energi terbarukan penting untuk menurunkan emisi karbon dari aktivitas industri. Tetapi mencapai dekarbonisasi membutuhkan kolaborasi antara banyak pemangku kepentingan, sehingga kami memerlukan sinergi perusahaan tambahan di Jababeka untuk bergabung dengan grup baru ini. Pertamina, sebagai satusatunya perusahaan Indonesia di Fortune Global 500, ingin mendorong perjalanan dekarbonisasi ini”.

Baca Juga: Presiden Jokowi Lantik 7 Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: Corporate Communication MarkPlus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekspor di Papua Naik 42,60 Persen Pada September 2022

Senin, 17 Oktober 2022 | 16:28 WIB

Birkenstock Man Pilihan untuk Kaum Adam

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 14:01 WIB

C70 Nabire Club, Bergaya Klasik Tetap Eksis

Senin, 29 Agustus 2022 | 14:03 WIB
X