• Kamis, 8 Desember 2022

Disperindagkop, UKM dan Tenaga Kerja Berharap Penerimaan PT Freeport Harus Prioritaskan OAP

- Selasa, 13 September 2022 | 09:14 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Hans Himber, SE., MM., saat diwawancarai awak media, Senin (12/9/2022). (Ayu Ohee)
Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Hans Himber, SE., MM., saat diwawancarai awak media, Senin (12/9/2022). (Ayu Ohee)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) - Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Provinsi Papua melalui Kepala Bidang (Kabid) Disperindagkop, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Hans Himber, SE., MM., meminta agar penerimaan karyawan baru pada PT Freeport Indonesia harus memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP).

"Tadi saya ditugaskan oleh Kepala Disperindagkop, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua untuk memberi arahan kepada peserta psikotes untuk penerimaan karyawan baru di PT Freeport Indonesia. Intinya bahwa saya berpesan agar penerimaan tersebut harus prioritaskan OAP sebanyak 90 persen," ujarnya kepada awak media, Senin 12 September 2022.

Hans membeberkan, tes tersebut dilakukan secara online dan jumlah peserta yang diikutkan sekitar 100 orang peserta. Sedangkan jumlah kuota yakni 79 ribu untuk seluruh Indonesia.

"Tadi disurat yang saya lihat, itu diterima secara online sekitar 79 ribu. Harapan saya yang bisa lulus itu harus OAP, tetapi memang ada beberapa jurusan yang universitas-universitas di Papua ini tidak punya. Terpaksa harus diambil dari luar daerah agar memenuhi kuota," beber Hans.

Ia menegaskan agar tes penerimaan karyawan baru tersebut harus transparan agar masyarakat tahu dan tidak menimbulkan kecurigaan. "Jadi, untuk kelulusan mereka harus transparan agar kedepannya tidak ada masalah. Yang diterima nanti kan penilaian dari freeport, pastinya anak-anak dengan skill yang bagus yang diterima," katanya.

Ia berpesan kepada anak-anak OAP yang sedang mengikuti tes tersebut agar terus belajar dengan tekun dan apabila lulus nanti, harus kerja dengan baik agar tidak ada pemutusan kerja ditengah jalan.

"Karena PT Freeport Indonesia itu tertib, jadi skill dan keterampilan harus bagus. Maka saya pesan pada para peserta tes, kamu harus belajar baik, ketika kamu diterima harus kerja dengan baik juga supaya tidak ada pemutusan kerja," pungkas Hans. (Ayu Ohee / lintaspapua.com)

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: Ayu Ohee

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X