• Rabu, 5 Oktober 2022

Disperindagkop, UKM, Tenaga Kerja Papua Gelar BKPP Kepada 10 Perusahaan dan 25 UMKM

- Selasa, 13 September 2022 | 08:07 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Hans Himber, SE., MM., saat membuka kegiatan Bimbingan Konsultasi Peningkatan Produktivitas (BKPP) disalah satu hotel di Kota Jayapura, Senin (12/9/2022). (Ayu Ohee)
Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Hans Himber, SE., MM., saat membuka kegiatan Bimbingan Konsultasi Peningkatan Produktivitas (BKPP) disalah satu hotel di Kota Jayapura, Senin (12/9/2022). (Ayu Ohee)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) - Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Provinsi Papua menggelar
kegiatan Bimbingan Konsultasi Peningkatan Produktivitas (BKPP) kepada 10 perusahaan dan 25 UMKM disalah satu hotel di Kota Jayapura, Senin 12 September 2022.

10 Perusahaan tersebut antara lain yakni So Yummy Bakery, Cafe & Resto D'Santee, RM. Wong Solo, Mega Mall, RM. Nusantara, PT. Intim Motor Papua, Saga Mall Abepura, Jamur Tiram, Cendrawasih (Ayam Petelur) dan P3W GKI serta diikuti oleh 25 UMKM bawaan dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Disperindagkop, UKM, Tenaga Kerja Provinsi Papua, Hans Himber, SE., MM., mengatakan tujuan kegiatan ini adalah membimbing perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya dengan mengindentifikasi permasalahan yang dihadapi dan serta langkah-langkah pemecahan dan rekomendasi dalam rangka perbaikan produktivitas tersebut.

"Hari ini adalah tahapan terakhir dimana mereka akan presentasi dari UMKM-UMKM dan perusahaan. Karena beberapa tahapan sebelumnya, dari instruktur sudah ke perusahaan-perusahaan maupun UMKM untuk memberikan bimbingan," ujarnya.

Ia menerangkan, dalam perusahaan-perusahaan tersebut telah menerapkan 5 S yaitu Sisi, Susun, Sasa, Soso dan Sulu sebagai pola kerja. "Sisi adalah sistem pemilahan berkas yang sudah tidak dipakai, Susun itu kerapian dari berkas yang sudah dipilah, Sasa adalah menjaga Sisi dan Susun, Soso adalah menjaga pola kerja dari tahap pemilahan dan kerapian. Sedangkan Sulu adalah mempraktekan itu terus menerus," terang Hans.

Hans katakan, kegiatan tersebut dilakukan setahun sekali dengan menggunakam dana APBN. Kegiatan ini dilakukan memakan waktu selama kurang lebih 2 bulan.

"Kegiatan ini berkesinambungan karena nanti bulan November akan ada sidak karya. Sidak karya merupakan penilaian perusahaan kecil, menengah dan besar. Nanti ada penilaian dari pusat harus mengisi surat surat secara online, perusahaan mana yang keluar sebagai pemenang nanti kami akan rapatkan," katanya.

Ia berharap, dari UMKM ini harus berkembang dan harus ada peningkatan dalam hal produktivitasnya. "Harus berkembang sehingga ada penghasilan yang baik jadi pelatihan ini tidak sia-sia," tutup Hans. (Ayu Ohee / Lintaspapua.com)

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: Ayu Ohee

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X