• Rabu, 5 Oktober 2022

GKII dan PGGJ Minta Pelaku Mutilasi Mimika Ditindak Tegas dan Transparan

- Kamis, 15 September 2022 | 04:37 WIB
Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah 1 Papua, Pendeta Petrus Bonyadone dan Ketua Persekutuan Gereja Gereja Jayapura (PGGJ) di Kabupaten Jayapura, Pendeta Joop Suebu. (Ayu Ohee)
Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah 1 Papua, Pendeta Petrus Bonyadone dan Ketua Persekutuan Gereja Gereja Jayapura (PGGJ) di Kabupaten Jayapura, Pendeta Joop Suebu. (Ayu Ohee)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) - Kasus pembunuhan dengan memutilasi 4 orang korban di Kabupaten Mimika mengundang perhatian dari banyak pihak. Kasus yang melibatkan 9 orang tersangka yakni 6 oknum TNI dan 3 masyarakat sipil pun kini mengundang kecaman dan mendapat komentar dari pihak gereja.

Ketua Persekutuan Gereja Gereja Jayapura (PGGJ) di Kabupaten Jayapura, Pendeta Joop Suebu mengecam aksi keji tersebut dan berharap kasus tersebut bisa segera diproses hukum secara adil.

"Sebagai tokoh Gereja kami sampaikan berbelasungkawa yang mendalam atas para korban yang telah dimutilasi dan kami harap proses dengan seadil-adilnya bisa dilakukan terhadap para pelaku," ujarnya, Rabu (14/9/2022).

Ia khawatir kasus tersebut menjadi permainan sejumlah kelompok yang memiliki kepentingan politik Papua Merdeka. Maka ia menegaskan agar hal tersebut tidak terjadi, namun bisa menjadi momen kembali untuk bersama-sama membangun Papua kearah yang lebih baik.

"Untuk saudara-saudara yang tidak seideologi, kami sampaikan mari kita kembali bergabung dengan NKRI. Mari kita membangun daerah kita masing-masing, karena berjuang yang dilakukan saat ini adalah sia-sia, dan tidak ada ujung pangkalnya. Mari kita bangun daerah kita mari kita bangun masyarakat kita. Hari ini kita memiliki ideologi yang berbeda dan dengan itu masyarakat kita yang menderita," kata Pendeta Suebu.

Dirinya kembali mengingatkan bahwa adanya DOB dan Otsus, maka masyarakat Papua harus memanfaatkan hal tersebut demi kesejahteraan masyarakat Papua. "Negara sudah memberikan kebebasan kepada kita dengan adanya DOB (Daerah Otonomi Baru) dan Otsus, kita bebas untu menjadi pejabat, Bupati atau Walikota di Tanah kita sendiri, sehingga mari manfaatkan itu baik, bangun wilayah kita Tanah Papua ini dengan baik demi kesejahteraan masyarakat kita sendiri," tuturnya.

Pendeta Suebu juga menghimbau kepada seluruh warga Papua dan warga gereja agar dengan adanya kasus ini, untuk tetap berdoa bagi keamanan dan ketertiban di tanah Papua.

"Ketika masalah ini sudah diambil alih oleh aparat penegak hukum, biarkanlah mereka bekerja agar para pelaku bisa dihukum dan divonis sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara Republik Indonesia. Sebagai Ketua PGGJ di Kabupaten Jayapura, saya himbau untuk kita berdoa bagi keamanan dan ketertiban di tanah Papua," himbau Pendeta Suebu.

Dikesempatan yang sama, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah 1 Papua, Pendeta Petrus Bonya Done dengan tegas meminta peradilan hukum terhadap para pelaku dilakukan terbuka.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: Ayu Ohee

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X