• Selasa, 29 November 2022

Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI 2022 Hasilkan 32 Butir Resolusi, Inilah isinya

- Selasa, 1 November 2022 | 09:12 WIB
Rukka Sombolinggi Terpilih Kembali Sebagai Sekjen AMAN di Kongres Papua. (OFFICIAL KMAN VI 2022)
Rukka Sombolinggi Terpilih Kembali Sebagai Sekjen AMAN di Kongres Papua. (OFFICIAL KMAN VI 2022)

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nasional menggelar Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI selama sepekan, 24-30 Oktober 2022. Dalam kegiatan itu, dihasilkan 32 resolusi KMAN VI 2022.


Kongres ditutup Ketua Umum Panitia KMAN VI yang juga selaku Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMAN Nasional terpilih Rukka Sombolinggi mengatakan, bahwa Indonesia baru saja melalui krisis ekonomi dan sosial pasca pandemi Covid-19. Kondisi krisis yang digadang-gadang pemerintah Indonesia justru tidak dialami oleh Masyarakat Adat dalam menghadapi cobaan pandemi global.
Hal ini menegaskan bahwa apa yang selama ini diperjuangkan Masyarakat Adat adalah suatu keniscayaan.

Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI yang dilaksanakan selama sepekan, sejak 24 Oktober hingga 30 Oktober 2022, (Diskominfo Kabupaten Jayapura)

Masyarakat Adat beserta wilayah adatnya yang masih bertahan sebagai sentral produksi dan lumbung pangan, telah terbukti mampu menyelamatkanwarga Masyarakat Adatnya. Bahkan menyelamatkan bangsa dan Negara dari ancaman krisispangan saat ini maupun yang akan datang.


Masyarakat Adat tidak hanya memiliki kemampuan untuk memenuhi pangannya secara mandiri, tetapi mampu berbagi dengan komunitas-komunitas lainnya, bahkan ke kota-kota di Nusantara ini hingga antara sesama masyarakat bangsa.

Baca Juga: Filep Wamafma Sayangkan Hampir Setahun SD Tanpa Aktivitas Belajar Mengajar di Teluk Wondama
“Oleh sebab itu, kami sebagai Masyarakat Adat menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa cita-cita Masyarakat Adat yang berdaulat, mandiri dan bermartabat masih belum menapak bumi, bagai “jauh panggang dari api”. Bahkan, perjuangan Masyarakat Adat untuk menggapai cita-cita itu semakin menemukan tantangan yang maha berat,” kata Rukka Sombolinggi, dalam rilisnya yang dikirim Kominfo KMAN VI kepada wartawan media online ini, Senin, 31 Oktober 2022 sore.


Lebih lanjut Rukka menyampaikan, pengingkaran dan kekerasan demi kekerasan terhadap Masyarakat Adat, kriminalisasi peladang hingga pengabaian masih terlalu sering dipertontonkan oleh ragam kebijakan, baik di tingkat daerah hingga pusat. Kehadiran negara justru menjadi ancaman bagi keberlangsungan kehidupan Masyarakat Adat.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPC Granat Keerom Buka Stand di FBK VII tahun 2022

Kamis, 24 November 2022 | 12:15 WIB

Belajar Dari Daniel, Tertindas Tetap Punya Integritas

Minggu, 20 November 2022 | 18:34 WIB
X