• Senin, 5 Desember 2022

BBPOM Gelar KIE Penta Heliks Dalam Penanganan Obat Tradisional Mengandung BKO

- Selasa, 1 November 2022 | 10:29 WIB
BBPOM Jayapura menggelar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Perkuatan Sinergitas Penta Heliks dalam Penanganan Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) di sebuah hotel di Kota Jayapura, Selasa (1/11/2022). (Ayu Ohee / lintaspapua.com)
BBPOM Jayapura menggelar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Perkuatan Sinergitas Penta Heliks dalam Penanganan Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) di sebuah hotel di Kota Jayapura, Selasa (1/11/2022). (Ayu Ohee / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  -  Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura menggelar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) guna memperkuat sinergitas penta heliks dalam penanganan obat tradisional mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Kegiatan tersebut digelar di salah satu hotel di kota Jayapura pada Selasa (1/11/2022) dengan dihadiri oleh 5 unsur yaitu unsur pemerintah, unsur akademisi, unsur media, unsur pelaku usaha dan unsur masyarakat.

Kepala BBPOM Jayapura, Mojaza Sirait saat membuka kegiatan mengatakan perlu adanya kerjasama diantara kelima unsur tersebut dalam penanganan obat tradisional mengandung BKO.

"Kami dari unsur pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kami perlu kerjasama dari unsur-unsur lain juga agar hal ini dapat berjalan," katanya.

Baca Juga: Ada Polisi Kembar di Papua, Keduanya Berpangkat Perwira, Jelang Purna Tugas

Dari segi pengawasan, Mojaza sampaikan pihaknya melakukan dari hulu ke hilir yakni pre-market dan post-market. Pre-market adalah pengawasan pada masa produksinya dimana dilakukan pendampingan dari sisi layout bangunannya, penggunaan bahan bakunya sampai tenaga kerjanya apakah sesuai SOP atau tidak.

"Kita awasi itu semua bahkan sampai pengujian laboraturium kita awasi. Kalau pengawasan post-market, kita awasi sistem pengederan di pasaran. Kami punya 2 fungsi, yaitu fungsi pemeriksaan dimana kami memeriksa sarana pada penjualan obat tradisional. Selain itu kami juga melakukan sampling dan uji laboraturium," jelas Mojaza.

Selanjutnya adalah fungsi penindakan. Mojaza beberkan kalau sudah dilakukan pengawasan secara rutin tetapi masih ada temuan secara berulang maka bisa sampai pada proses pidana. "Pengawasan ini kami lakukan secara terus menerus, termasuk melakukan KIE," bebernya.

Ia mengungkapkan, adapun ciri-ciri obat tradisional yang mengandung BKO antara lain adalah tidak jelas kandungannya, promosinya pun bombastis dan kalimatnya dilarang.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPC Granat Keerom Buka Stand di FBK VII tahun 2022

Kamis, 24 November 2022 | 12:15 WIB

Belajar Dari Daniel, Tertindas Tetap Punya Integritas

Minggu, 20 November 2022 | 18:34 WIB
X