KPK Observasi Calon ‘Desa Anti Korupsi’ di Kampung Pund

- Rabu, 22 Februari 2023 | 20:43 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) khususnya dari divisi pencegahan, pada siang tadi (Rabu, 22/2/23) melakukan kunjungan ke Kampung Pund, Distrik Waris, Kab Keerom.  (Arief Nugroho)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) khususnya dari divisi pencegahan, pada siang tadi (Rabu, 22/2/23) melakukan kunjungan ke Kampung Pund, Distrik Waris, Kab Keerom. (Arief Nugroho)

"Wakil Bupati : Ini mengingatkan kembali pentingnya pengelolaan kampung sebagai basis pembangunan."

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) khususnya dari divisi pencegahan, pada siang tadi (Rabu, 22/2/23) melakukan kunjungan ke Kampung Pund, Distrik Waris, Kab Keerom.


Kedatangan tim pencegahan KPK ini yaitu Jonson Ridwan Ginting dan Widya Randongkir juga didampingi Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi dan jajaran. Diantaranya Kepala DPMK Keerom Barnabas Taygat, Inspektur Inspektorat Keerom Charles Sinaga dan Kadis Kominfo Megiken Bangun.


Sementara dari Kampung Pund, hadir Kepala Kampung Elias Amo, tokoh adat Daniel Amo, serta jajaran aparatur kampung, tiga kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat Kampung Pund. Acara dilaksanakan di Balai Kampung Pund.

Ketua tim dari Divisi Pencegahan KPK, Jonson Ridwan Ginting,
Ketua tim dari Divisi Pencegahan KPK, Jonson Ridwan Ginting, (Arief Nugroho)


Acara diisi dengan penyampaian tujuan kegiatan observasi oleh KPK dan sambutan Wakil Bupati, dilanjutkan dengan paparan kampung tentang kegiatan-kegiatan pembangunan yang telah dilakukan di kampung tersebut. Serta sesi diskusi dengan masyarakat dan aparatur kampung.


Kepada media, Ketua tim dari Divisi Pencegahan KPK, Jonson Ridwan Ginting, mengemukakan bahwa kedatangan tim dari Divisi Pencegahan KPK adalah melakukan observasi calon Desa Anti Korupsi.


"Kegiatan kami di Desa Pund kali ini adalah melakukan observasi calon desa anti korupsi, dimana tujuan adalah masyarakat berpartisipasi penuh dalam upaya pencegahan korupsi. Ada 5 aspek atau indicator penilaian dalam kegiatan ini yaitu tata laksana desa, pelayanan publik, pengawasan aparatur, partisipasi masyarakat, kearifan lokal,’’ujarnya.

Suasana Foto Bersama saat Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan kunjungan ke Kampung Pund, Distrik Waris, Kab Keerom pada 22 Februari 2023.
Suasana Foto Bersama saat Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan kunjungan ke Kampung Pund, Distrik Waris, Kab Keerom pada 22 Februari 2023. (Arief Nugroho)


Dijelaskan bahwa dalam kegiatan ini telah dilaksanakan diskusi dan akan ada penilaian lebih lanjut. Kegiatan serupa dilakukan di 22 provinsi dan 87 desa/kampung se-Indonesia. Untuk Papua ada 3 kampung yang akan dinilai yaitu Kampung Pund dan Arsopura (Kab. Keerom) serta Kampung Nendali (Kab. Jayapura)
Sementara itu, Wabup Keerom menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada KPK yang telah memilih dua kampung di Keerom melalui proses yang Panjang. Di Keerom ada 91 kampung, dengan ada dua kampung jadi contoh/panutan, bila berhasil akan menjadi contoh kampung-kampung lainnya.


"Apalagi Keerom yang berada di Kawasan perbatasan negara, adalah strategis. Bila di ujung negeri ada pengelolaan dana kampung dengan baik tentunya ini akan menjadi contoh bagi daerah lainnya. Sekaligus ini mengingatkan kembali pentingnya pengelolaan kampung sebagai basis pembangunan kita,’’ujarnya.


Sedangkan Kepala Kampung Pund, Elias Amo, mengemukakan terimakasih atas kedatangan tim KPK, karena ia jadi tahu banyak hal yang selama ini belum dilakukan di Kampungnya. Namun demikian ia mengemukakan kesiapannya dan jajaran untuk melaksanakan petunjuk KPK mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban hingga evaluasi pekerjaan serta 5 aspek penilaian tersebut. ******

(Arief Nugroho / lintaspapua.com)

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X