Keerom Segera Miliki Tugu Lingkaran Yi Matahari Terbit

- Minggu, 20 November 2022 | 16:08 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, memimpin kegiatan peletakkan batu pertama tugu Yi Matahari Terbit yang mengambi lokasi di perempatan atau lingkaran Arso Swakarsa, pada Jumat (18/11/22) kemarin. (Arief Nugroho  / lintaspapua.com)
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, memimpin kegiatan peletakkan batu pertama tugu Yi Matahari Terbit yang mengambi lokasi di perempatan atau lingkaran Arso Swakarsa, pada Jumat (18/11/22) kemarin. (Arief Nugroho / lintaspapua.com)

"Tugu ini kita beri nama Yi Matahari Terbit ini sesuai kesepakatan bersama yang memiliki arti dan filosofinya. Tugu ini akan menyimbolkan yi atau seruling dari kulit kayu dan juga serta matahari terbit. yang mengandung makna bahwa Yi adalah karya manusia, dan matahari karya tuhan. Keerom ini dibangun berasal dari ciptaan Tuhan dan dibangun oleh karya dan akal budi manusia,"ujarnya.

Bupati Keerom kepada media usai kegiatan mengemukakan bahwa Arso Swakarsa merupakan bagian dari pertumbuhan yang menjadi episentrum kegiatan masyarakat Keerom. (Arief Nugroho / lintaspapua.com)
Bupati Keerom kepada media usai kegiatan mengemukakan bahwa Arso Swakarsa merupakan bagian dari pertumbuhan yang menjadi episentrum kegiatan masyarakat Keerom. (Arief Nugroho / lintaspapua.com)

Kenapa Suling? Dalam adat Keerom, alat suling adalah pemanggil. Begitu suling ditiup, maka seluruh orang kampung datang untuk berkumpul karena ada sesuatu hal penting yang perlu didengar dan dilaksanakan.

Adapun matahari terbit, karena sebagai kabupaten yang memiliki batas negara terpanjang di bagian timur maka di kabupaten ini matahari terbit dua jam lebih awal dari jakarta, bahkan beberapa menit lebih awal dari beberapa daerah di Papua, maka tugu Yi Matahari Terbit memiliki filosofi yang dalam bagi Keerom.

"Mudah-mudahan tugu ini menjadi simbol berkembangnya sebuah citra kota,"ujarnya.

Baca Juga: Hadiri Puncak HUT KKSS, Bupati PIter Gusbager Minta Warga KKSS Terus Dukung Pembangunan di Keerom

Sementara itu Ketua Panitia pembangunan tugu, Frangky Simanjuntak, ST, dalam laporannya mengemukakan bahwa pembangunan tugu akan memakan waktu kerja selama 30 hari.

" Ditargetkan pada tanggal 25 Desember 2022 tugu ini telah selesai dikerjakan,"terangnya. (ariefnugroho/lintaspapua.com)

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GKI Maranatha Yabanda Gelar Lomba Panah Tradisional

Senin, 6 Februari 2023 | 09:50 WIB

Bupati Keerom Serahkan Ambulance ke Warga Tramelyan

Senin, 6 Februari 2023 | 07:29 WIB

Sat Resnarkoba Polres Keerom Sosialisasi Cegah Narkoba

Minggu, 5 Februari 2023 | 07:39 WIB

Ke Towe Atas, Bupati Keerom Setuju Kampung Direlokasi

Minggu, 29 Januari 2023 | 22:37 WIB

Fraksi Partai Golkar Kawal Replanting Sawit Keerom

Rabu, 25 Januari 2023 | 23:01 WIB

Bupati Keerom Serahkan SK 111 Guru Jalur P3K

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:28 WIB

Di Senggi, Bupati Keerom Serahkan 6 Kendaraan

Minggu, 22 Januari 2023 | 12:19 WIB

Bupati Keerom Kunjungan Kerja ke Molof

Minggu, 22 Januari 2023 | 11:58 WIB
X