• Minggu, 2 Oktober 2022

Distrik Sentani Timur Siap Sambut dan Sukseskan KMAN VI 2022

- Selasa, 13 September 2022 | 20:23 WIB
Masyarakat Kampung Yokiwa sedang merenovasi rumah adat (Obhe) yang ada di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, baru-baru ini (Irfan )
Masyarakat Kampung Yokiwa sedang merenovasi rumah adat (Obhe) yang ada di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, baru-baru ini (Irfan )

SENTANI (LINTAS PAPUA) - Pemerintah distrik dan kampung di wilayah Sentani Timur siap menyambut dan menyukseskan pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Tahun 2022, yang akan digelar di Kabupaten Jayapura.

Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke VI ini akan dihelat mulai dari tanggal 24 hingga 30 Oktober 2022 mendatang.

"Kami di Distrik Sentani Timur dan tujuh kampung di wilayah Sentani Timur siap untuk sambut dan sukseskan Kongres AMAN yang ke-VI. Masyarakat sangat antusias dan sedang menyiapkan rumah-rumah yang akan dipakai untuk menginap juga sudah siap," kata Kepala Distrik (Kadistrik) Sentani Timur Eslie Suangburaro, saat ditanya wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa, 13 September 2022.

Menurutnya, persiapan masyarakat guna menyambut tamu-tamu yang nantinya berkunjung, dengan mempersiapkan rumah-rumah bagi para tamu kongres adat tersebut.

"Rumah-rumah yang sudah kami data, untuk tamu-tamu yang akan menginap itu juga sudah pada siap," tuturnya.

(Irfan)

Untuk kegiatan sarasehan pada KMAN VI, kata Eslie, ada tiga titik (kampung) yang menjadi lokasi sarasehan. Yakni, Kampung Yokiwa, Kampung Ayapo dan Kampung Nendali.

"Pada prinsipnya, tiga titik sarasehan ini juga sudah siap. Mereka sedang kerja-kerja itu ada di Kampung Yokiwa, lakukan penambahan atau renovasi Obhe (rumah adat) agar lebih luas dan sudah dikerjakan. Tinggal pemasangan atap saja dan renovasi rumah adat ini merupakan inisiasi oleh pak Kepala Dinas Perhubungan (Alfons Awoitauw)," ujar pria yang juga anggota panitia dari Tim Sarasehan tersebut.

"Karena beliau juga dari Kampung Yokiwa, kemudian saya juga dari Kampung Yokiwa. Jadi, semua masyarakat dilibatkan. Misalnya, memberikan bantuan berupa makanan kepada masyarakat yang ikut kerja itu dengan cara patungan dan tidak berharap atau menunggu bantuan dari pemerintah. Tetapi, mereka langsung kerja secara sama-sama dengan cara menyumbangkan tenaga memotong kayu di hutan atau gotong royong merenovasi Obhe maupun jembatan," imbuh Eslie menambahkan.

Halaman:

Editor: Muhammad Irfan.

Sumber: Irfan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinas Kehutanan sebagai Mitra GKI Se - Tanah Papua

Sabtu, 24 September 2022 | 13:50 WIB
X