• Rabu, 5 Oktober 2022

Yanto Eluay Sebut Tokoh Adat Papua Komit Dukung Kamtibmas Jelang KMAN VI 2022 di Tanah Tabi

- Jumat, 16 September 2022 | 19:33 WIB
Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Khomlay Eluay (Irfan)
Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Khomlay Eluay (Irfan)

SENTANI (LINTAS PAPUA) - Pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI tahun 2022 tinggal sebulan lebih, jelang kongres adat tersebut saat ini sudah mulai terasa gaungnya di tengah-tengah masyarakat yang telah dilakukan oleh Panitia Lokal KMAN VI Kabupaten Jayapura dengan cara melakukan sosialisasi maupun dialog, sehingga suasana aman, nyaman dan damai harus dijaga sebelum hingga sesudah pelaksanaan KMAN VI yang dipusatkan di Wilayah Adat Tabi, Jayapura, Papua.

Oleh sebab itu, salah satu Tokoh Adat Papua asal Kabupaten Jayapura, Yanto Khomlay Eluay menyatakan sikapnya untuk mendukung situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Papua terutama Wilayah Adat Tabi menjelang pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI 2022 di Tanah Tabi, Jayapura, Papua.

KMAN VI Tahun 2022 akan berlangsung di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura pada tanggal 24 hingga 30 Oktober 2022 mendatang.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Yanto Khomlay Eluay, di Pendopo Adat (Obhe) Helebhey Wabhou, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat, 16 September 2022.

"Terkait situasi secara umum di Kabupaten Jayapura dalam rangka pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara keenam di Tanah Tabi - Papua ini, kami tokoh-tokoh adat sudah berkomitmen menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Supaya tamu-tamu kita, saudara-saudara kita dari seluruh Nusantara tidak terganggu dengan situasi yang ada di Papua saat ini," ungkap pria yang juga Ondofolo Kampung Sereh ini saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat, 16 September 2022 sore.

Pernyataan ini disampaikan Ondofolo Sereh Yanto Eluay untuk menyikapi situasi pasca pemeriksaan dan penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 14 September 2022 lalu.

Sehingga menimbulkan aksi-aksi spontanitas, untuk memberi dukungan moril kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, di depan Mako Brimobda Papua, Kotaraja Luar, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

"Untuk itu, kami selaku tokoh aat mengimbau kepada para simpatisan yang memberi dukungan moril kepada bapa Gubernur Lukas Enembe, agar tidak sampai menimbulkan situasi yang tidak nyaman. Kami harapkan mereka dapat menyampaikan dukungan secara santun dan baik, serta tidak melakukan aksi massa di tempat-tempat keramaian yang bisa mengganggu aktifitas secara umum," ujar Ondo Yanto demikian sapaan akrabnya.

Dengan adanya pemberitaan di berbagai media massa tentang situasi ini, lanjut Ondo Yanto mengatakan, dikuatirkan akan menimbulkan ketakutan dari para peserta KMAN VI, untuk datang ke Wilayah Adat Tabi, khususnya Jayapura, Provinsi Papua.

Halaman:

Editor: Muhammad Irfan.

Sumber: Irfan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

Senin, 3 Oktober 2022 | 18:14 WIB
X