• Selasa, 29 November 2022

Sidang Klasis Kemtuk Gresi, Pentingnya Menjaga dan Melestarikan Hutan

- Minggu, 25 September 2022 | 00:18 WIB
Suasana sidang Sinode XVIII GKI di Tanah Papua yang berlangsung pada bulan Juli 2022 di Waropen (Vihky/Lintas Papua)
Suasana sidang Sinode XVIII GKI di Tanah Papua yang berlangsung pada bulan Juli 2022 di Waropen (Vihky/Lintas Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) - Sesuai dengan keputusan pada Sidang Sinode XVIII GKI di Tanah Papua yang berlangsung pada bulan Juli 2022 di Waropen, hutan dan segala isinya perlu dijaga dan dilestarikan.

Maka Hal itu menjadi salah satu materi penting pada setiap Sidang Klasis GKI se - Tanah Papua.

Seperti yang dilakukan pada Sidang Klasis Kemtuk Gresi yang berlangsung di Gereja GKI Alfa Omega Kampung Mamda pada, 22 - 25 September 2022, dimana materi tentang kehutanan dan lingkungan hidup menjadi materi pembuka Sidang Klasis Kemtuk Gresi.

Materi tentang kehutanan dan lingkungan hidup secara langsung di paparkan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray, SH.MSi,. yang mana Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua adalah sebagai mitra GKI, begitu juga sebaliknya.

(Vihky/Lintas Papua)

Dihadapan para wakil Jemaat dari 27 Gereja se - Klasis Kemtuk Gresi, Kepala Dinas Kehutanan, menyampaikan beberapa hal penting tentang pentingnya menjaga hutan dan melestarikannya, seperti hutan saat ini harus menjadi sumber pendapatan dalam menunjang ekonomi warga jemaat.

(Vihky/Lintas Papua)

Ekowisata dan jasa lingkungan lainya merupakan hal - hal yang dapat dilakukan oleh Warga Jemaat di kampung Masing-masing, ada juga kegiatan yang sangat mendukung untuk pendapatan kita seperti Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu ( HHBK ), yang saat ini lagi trend di seluruh dunia.

HHBK yang dimaksud seperti, pembuatan noken dari kulit pohon kombouw yang ditanam, produksi madu dengan pohon kaliandra, produksi minyak kayu putih dengan pohon yang ditanam dan masih banyak lagi pohon yang jika ditanam kita bisa dapat hasil yang tak kalah memuaskan, tapi hutan dan pohon kita tetap terjaga dan lestari.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: Vihky

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X