Tak Urung Selesai, Masyarakat Adat Angkat Bicara Terkait Sengketa Runway Bandara Sentani

- Kamis, 19 Januari 2023 | 13:20 WIB
Beatrix Felle bersama tokoh adat lain saat menggelar jumpa pers di Kediamannya, Rabu (19/1/2023) (Ayu Ohee)
Beatrix Felle bersama tokoh adat lain saat menggelar jumpa pers di Kediamannya, Rabu (19/1/2023) (Ayu Ohee)

SENTANI (LINTAS PAPUA) - Sengketa lahan yang menjadi runway Bandara Sentani tak urung selesai hingga saat ini. Hal tersebut membuat Masyarakat Adat Yauwgeh Hilinai Melainyai (Yahim) Sentani angkat bicara.

Ondoafi kampung Yobeh atau Youmakhe, Agus Sokoi menyoroti pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Jayapura, Triwarno Purnomo agar memberikan perhatian kepada persoalan sengketa lahan tersebut.

"Saya harap beliau dapat membela atau mengurusi apa yang menjadi perjuangan hak-hak masyarakat adat pemilik lahan Bandara Sentani. Sudah sekian lama ini diperjuangkan, kami berharap kepada Penjabat Bupati dapat menerima kami dan mendengarkan kami dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat kami," katanya, Rabu (19/1/2023).

Selain Ondoafi Agus, Kepala Suku dikediaman Ibu Yakomina Felle, selaku Ondofolo Niho Yahim Sentani juga angkat bicara.

Betty Felle selaku adik kandung dari ibu Yakomina Felle yang sedang mengalami sakit, mengatakan bahwa dirinya kecewa sebagai masyarakat adat karena persoalan tanah runway Bandara Sentani belum juga mendapat kejelasan penyelesaian.

"Dari tahun ke tahun, dalam persoalan ini kami di jadikan seperti Bola di lempar kesana kemari, dari pemerintah Daerah meminta mengurus di pemerintah pusat, namun sampai dipusat disampaikan bahwa ini kewenangan daerah dan kami harus kembali lagi di daerah namun juga tidak di berikan ruang dan solusi seakan akan Pemerintah daerah dan pemerintah Pusat tidak memiliki hati dan telinga untuk mendengar teriakan masyarakat kecil seperti kami," ujarnya.

Dari pejabat sebelumnya hingga berganti dengan pejabat yang baru, persoalan tanah tersebut tak menemukan titik terang sehingga jalur hukum akhirnya diambil. Betty berharap, Pj Bupati Kabupaten Jayapura dapat memberikan atensi sehingga perjuangan masyarakat adat dapat dihargai.

"Pejabat ganti pejabat masalah terus tetap seperti ini hingga kami menjadi korban tenaga, pikiran bahkan tidak sedikit biaya yang kami keluarkan dalam memperjuangkan hak- hak kami. Apakah kami ini bukan bagian dari Negara ini sehingga suara kami jeritan kami tidak didengarkan? Kami minta dengan hormat Penjabat Bupati Jayapura Mau membuka ruang diskusi dan duduk bersama kami mendengarkan jeritan hati kami," ucap Betty.

Dikesempatan yang sama, Bapak William Felle, selaku keluarga Ondofolo Felle menyampaikan bahwa sudah sekitar 30 - 40 tahun, orang tuanya berjuang untuk mendapatkan hak-hak sebagai pemilik hak ulayat tapi sampai kemudian orang tuanya meninggal dunia, persoalan tersebut belum juga diselesaikan pemerintah.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pj Bupati Jayapura Diminta Bekukan Dana Hibah KNPI

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:47 WIB
X