• Minggu, 2 Oktober 2022

Pemerintah Putuskan Pengalihan Subsidi BBM untuk Bantuan Tepat Sasaran

- Senin, 5 September 2022 | 23:55 WIB
Nampak Aktifitas Pengisian BBM Pada Salah Satu APMS Yang Ada Di Kota Wamena. (Pertamina / lintaspapua.com)
Nampak Aktifitas Pengisian BBM Pada Salah Satu APMS Yang Ada Di Kota Wamena. (Pertamina / lintaspapua.com)

JAKARTA (LINTAS PAPUA) - Kepala Negara menuturkan bahwa pemerintah telah berupaya untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi BBM. Namun, Presiden menyebut bahwa kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat.

Baca Juga: Presiden Jokowi Pastikan Pemekaran Wilayah di Papua untuk Pemerataan Pembangunan

Presodem Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi dari bahan bakar minyak (BBM) untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Presiden mengatakan, beberapa jenis BBM yang selama ini mendapatkan subsidi akan mengalami penyesuaian harga.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan keterangan pers bersama para menteri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu, 3 September 2022.

“Mestinya uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberi subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu. Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” ujar Presiden.

Kepala Negara menuturkan bahwa pemerintah telah berupaya untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi BBM. Namun, Presiden menyebut bahwa kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat.

“Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN. Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun, dan itu akan meningkat terus. Dan lagi, lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi,” tutur Kepala Negara.

Oleh sebab itu, Presiden mengatakan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan yang lebih tepat sasaran, yaitu melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM yang akan diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu.

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sebesar Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” jelas Presiden.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Usut Tuntas Kasus Mutilasi 4 Warga Sipil di Mimika dan Proses Hukum

Halaman:

Editor: Fransisca Kusuma

Sumber: Biro Pers Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hakim Tolak Gugatan Terhadap Enam Media di Makassar

Kamis, 15 September 2022 | 16:24 WIB
X