• Selasa, 29 November 2022

Vaksinasi IndoVac, Erick Thohir: : Bukti Kita Mampu Mandiri

- Kamis, 24 November 2022 | 15:42 WIB
Ilustrasi Warga Vaksin. (LintasPapua.Com)
Ilustrasi Warga Vaksin. (LintasPapua.Com)

BOGOR (LINTAS PAPUA) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung penuh proses vaksinasi melalui Indonesia Vaccine atau IndoVac.

Hal ini disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menerima suntikan dosis kedua booster di teras Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada Kamis (24/11/2022) pagi.

"Alhamdulillah, pagi ini kami bisa memberikan vaksin booster untuk bapak dan ibu lansia di Bogor menggunakan vaksin buatan Indonesia, IndoVac," ujar Erick.

Erick menyampaikan Presiden Jokowi juga turut melaksanakan vaksin booster kedua. Hal ini, menurut Erick, menjadi bukti nyata bahwa vaksin karya anak bangsa memiliki kualitas yang baik, aman, dan halal. Mantan Presiden Inter Milan tersebut mengatakan produksi IndoVac oleh PT Bio Farma (Persero) merupakan komitmen BUMN dalam optimalisasi penanganan pandemi covid-19.

 

Erick menilai vaksinasi booster merupakan hal yang krusial. Berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, ucap Erick, terdapat 60 persen pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang belum vaksinasi booster dan 80 persen korban meninggal dunia belum mendapatkan vaksinasi booster.

"Kasus Covid-19 sedang meningkat. Mari kita lindungi diri sendiri dan keluarga, salah satunya dengan vaksin booster," lanjut Erick.

Erick menambahkan kehadiran IndoVac yang diluncurkan pada Oktober lalu merupakan sebuah terobosan dan pengakuan bahwa Indonesia mampu memproduksi vaksin covid-19 secara mandiri. Bagi Erick, IndoVac yang merupakan hasil kerja sama antara holding BUMN farmasi dengan dengan Baylor College of Medicine (BCM) Amerika Serikat merupakan langkah konkret yang ditunjukkan BUMN dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.

"Tak hanya menjaga ketahanan sektor kesehatan, IndoVac juga ingin memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional. Dengan vaksin sendiri, tentu kita dapat menekan ketergantungan impor vaksin, bahkan kalau bisa menyetopnya karena sudah mampu produksi sendiri," ucapnya.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Artikel Terkait

Terkini

X