• Selasa, 29 November 2022

Khocil Birawa Rilis Lagu Berlirik Satu Kata, Maturnuwun

- Jumat, 25 November 2022 | 15:18 WIB
Khocil Birawa merilis lagu berjudul Maturnuwun. Rangkaian liriknya hanya menggunakan satu kata, maturnuwun.
Khocil Birawa merilis lagu berjudul Maturnuwun. Rangkaian liriknya hanya menggunakan satu kata, maturnuwun.

YOGYAKARTA (LINTAS PAPUA)  -  Khocil Birawa merilis lagu berjudul Maturnuwun. Rangkaian liriknya hanya menggunakan satu kata, maturnuwun. Videoklip lagu tersebut dirilis pada Jumat, 25 November 2022 di YouTube Channel Prima Founder TV.

Khocil Birawa, penyanyi nyentrik yang juga dikenal sebagai wartawan senior dan budayawan Yogyakarta saat diwawancarai pada Jumat (25/11/2022) mengatakan lagu Maturnuwun syairnya sangat spesial. Dari awal sampai akhir syairnya hanya maturnuwun.

“Mungkin lagu itu bentuk belas kasihan dari Prima Founder Records and Publishing, label musik dan publisher yang menaungi lagu-lagu yang saya rilis. Karena saya sudah tua, sudah susah menghafal lirik. Ha ha ha,” kata Khocil Birawa berkelakar.

Arransemen musik lagu Maturnuwun tersebut dikerjakan oleh Wahyu Andreas, dan proses tracking vokalnya dipandu oleh Arko Hexario. Produksi audionya didukung oleh Maya Sari Devi sebagai Eksekutif Produser, Rulli "JNDRL" Aryanto & AM Kuncoro (Produser), dan Tixxy (Music Producer). Videoklipnya digarap Prima Founder Picture, pada timnya ada Rio Soekamplenk, Rajas Angkasa, Yaka, Ragil, Ari, dan Eko.

Sebelum lagu Maturnuwun, Khocil Birawa telah merilis lagu Salam Jempol, Sarapan Pagi, dan Srawung. Semua lagu tersebut merupakan karya lagu yang ditulis oleh AM Kuncoro.

Pada kesempatan yang sama, AM Kuncoro yang juga merupakan salah seorang pemilik Prima Founder Records and Publishing mengatakan lagu Maturnuwun agak berbeda dari ketiga lagu yang telah dirilis Khocil Birawa. Lagu terbaru Khocil Birawa tersebut punya jalan mulus untuk diterima masyarakat, karena tiga lagu sebelumnya ramai digunakan netizen untuk jadi backsound video-video kreasi di media sosial.

Lebih lanjut, Khocil Birawa menceritakan perjalanan karirnya di dunia seni. Saat lulus Sekolah Menengah Atas ia meneruskan pendidikannya di akademi drama dan film. Dari sana ia mulai mengenal dunia akting. Pada tahun 1982 di Yogyakarta, Arifin C Noer menggarap film Serangan Fajar, Khocil Birawa pun mendapat peran di film tersebut, proses dubbing-nya dilakukan di Jakarta.

Dari keterlibatannya pada film tersebut, Khocil Birawa jadi dekat dengan para sineas di Jakarta. Selanjutnya, ia pun mendapatkan peran pada film Joko Tarub serta film-film misteri dan horor lainnya.

Halaman:

Editor: Fransisca Kusuma

Artikel Terkait

Terkini

X