Tak Hanya Soal Beasiswa, DPR Papua: Kesehatan Pun Jadi BOM Waktu Bagi 3 Provinsi Baru dan Provinsi Induk

- Rabu, 30 November 2022 | 10:31 WIB
Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw. Richard (LPC)
Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) - Tak hanya soal beasiswa bagi mahasiswa Papua yang kuliah di dalam Papua, Indonesia, hingga luar negeri, yang dikuatirkan menjadi bom waktu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Namun dibidang kesehatan pun juga turut dikuatirkan oleh DPR menjadi bom waktu, jika tidak tertanggani secara baik.

“Dibidang kesehatan saja, mari kita lihat dari sisi pelayanan kesehatannya. Untuk rumah sakit rujukan di Papua cuma ada tiga yakni, RSUD Dok II Jayapura, RSUD Abepura, juga RSJ, yang ketiganya adalah milik Pemerintah Provinsi Papua, berada di Kota Jayapura. Yang melayani pasien rujukan dari berbagai daerah di Papua, termasuk 3 DOB baru di Papua sekarang,” kata Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw, Rabu 30 November 2022, di Jayapura.

Dari sisi pembiyaannya, sebut Jhony Banua, untuk RSUD Dok II Jayapura saja, setiap tahunnya mendapatkan pembiyaan senilai Rp 300 Miliar. Tapi kali ini hanya Rp 200 Miliar.

“Kita tahu bersama bahwa RSUD Dok II Jayapura merupakan rumah sakit rujukan, yang melayani Kartu Papua Sehat. Sehingga saudara-saudara kami dari La Pago, Mee Pago, juga Animha, yang sakit masih dirujuk ke rumah sakit kita disini. Bagaimana kita bisa membiayai itu,” ujar Ketua DPR Papua.

Untuk itu pesan Jhony, perlu ada langkah khusus dari pemerintah pusat dalam mengelola Papua, ditengah adanya 3 provinsi baru di Papua yakni, Provinsi Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah. Berkaitan dengan bidang kesehatan. (Richard/Lintas Papua)

 

Editor: Richard Mayor

Terkini

PPS Sebagai Ujung Tombak Pesta Demokrasi

Rabu, 25 Januari 2023 | 19:41 WIB
X