Sikapi Maraknya Pembentukan Organisasi dan Pertegas Perempuan Bukan Objek, Oleh : Telly Theisya Sokoy

- Minggu, 22 Januari 2023 | 19:18 WIB
Penulis Telly Theisya Sokoy Akobiarek adalah pemerhati masalah sosial di Papua. (Foto Pribadi)
Penulis Telly Theisya Sokoy Akobiarek adalah pemerhati masalah sosial di Papua. (Foto Pribadi)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  - Perempuan Bukan Objek, Oleh Telly Theisya Sokoy Akobiarek.

Maraknya pembentukan Organisasi Masyarakat, perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Karena dengan  banyaknya Organisasi Masyarakat (Ormas) yang menjamur di Papua, maka pemerintah perlu mengambil sikap tegas dengan aturan dan di siplin agar ada garis tegas antara Ormas, LSM, dan organisasi lokal lainnya.

Tentunya, agar pemerintah tidak kecolongan dalam pemanfaatan anggaran, karena banyak ormas yang berkedok kepentingan pribadi, politik, agama dan organisasi sosial. Pemerintah Papua harus memiliki Perda Pemberdayaan Organisasi sehingga, itu menjadi acuan dalam pergerakan setiap organisasi masyarakat.

Saya melihat belakangan muncul berbagai ormas baru di antaranya organisasi perempuan, di sini saya mau mempertegas, bahwa setiap ormas maupun wadah tertentu yang di bentuk, seharusnya memiliki visi misi dan program yang jelas, struktur keanggotaan nya juga harus jelas.

Karena banyak ormas yang menjamur saat ini membuat masyarakat bingung, karena anggota nya orang orang itu saja. Seharusnya organisasi memiliki satu nilai pembinaan terhadap anggotanya, sehingga tidak terlihat hanya orang orang itu terus dalam satu organisasi ke organisasi lainnya.

Seperti organisasi perempuan yang ada. Sekali lagi saya mau mempertegas perempuan bukan objek. Untuk dimanfaatkan dalam tujuan dan kepentingan yang tdk jelas, kalau  perempuan dijadikan sebagai objek, maka itu merupakan satu bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Karena dalam kenyataan beberapa organisasi perempuan hanya memanfaatkan waktu dan tenaga dan pikirannya tanpa memperhitungkan untuk dan rugi bagi anggotanya.

Saya menyerahkan bagi setiap perempuan untuk bijak dalam memposisikan diri. Perempuan bukan objek yang selalu di manfaatkan untuk kepentingan tertentu tetapi perempuan adalah aktor strategis dalam pembangunan, yang tidak boleh dianggap remeh. Karena Perempuan harus bisa membuktikan bahwa keberadaan nya layak untuk di perhitungkan dalam pembangunan. ( Penulis adalah Telly Theisya Sokoy Akobiarek, Sebagai Pemerahati Masalah Sosial Pemerintahan di Papua)

Editor: Eveerth Joumilena

Artikel Terkait

Terkini

Berakar dan Bertumbuh Dalam Kasih Tuhan Yesus

Minggu, 5 Februari 2023 | 08:11 WIB

Melahirkan Kembali Gereja Tuhan

Senin, 30 Januari 2023 | 20:05 WIB

Kebenaran Firman Tuhan Harus Disampaikan

Rabu, 18 Januari 2023 | 04:29 WIB

Sikap hati Mendengar Firman Tuhan

Selasa, 17 Januari 2023 | 15:19 WIB
X