Carollus Bolly : Pemerintah Pusat Masih Curiga Mahasiswa Papua Dikirim Studi ke Luar Negeri untuk Tujuan Papua Merdeka

- Senin, 7 Januari 2019 | 07:45 WIB
CAROLUS BOLLY
CAROLUS BOLLY

LOS ANGELES (LINTAS PAPUA) - Kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Papua melalui program beasiswa untuk pengiriman pelajar dan mahaswa/i Papua studi di luar negeri tampaknya masih dicurigai oleh Pemerintah Pusat. Soalnya, hal ini dianggap dapat mendorong perluasan aktivitas kampanye "gerakan Papua Merdeka' di luar negeri.

 

Pendapat itu sebagaimana disampaikan Ketua Komisi III DPR Papua, Carollus Bolly, dalam kunjungan dan pertemuan terbatas tim Pemerintah Daerah Provinsi Papua dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada Jumat (4/1/2019).

 

"Perlu kami jelaskan kepada Pemerintah Pusat melalui perwakilan KJRI disini bahwa untuk mengejar ketertinggalan sumber daya manusia dan pembangunan di Tanah Papua, Pemda harus bikin langkah berani untuk mengirim anak-anak Papua belajar di luar negeri," ujar Ketua Komisi III DPR Papua, Carolus Bolly,  dihadapan konsul Jenderal RI Los Angeles, Simon D.I. Soeharto bersama staf yang mendampinginya dalam pertemuan.

 

Menurutnya, sebagaian pelajar dan mahasiswa/i yang dikirim untuk belajar di luar negeri merupakan anak-anak yang berasal dari daerah pedalaman. Dengan demikian jika mereka dapat berhasil menyelesaikan studi dan berkarya, hal ini akan sangat berdampak positif bagi keluarga mereka yang lain.

 

Sedangkan bila ada masalah yang terkait dengan studi mereka atau ada hal-hal yang menjurus kepada aktivitas gerakan Papua Merdeka, kata Bolly, Pemda Papua dan pihak Kemenlu melalui perwakilan KJRI dapat berkoordinasi melakukan pembinaan secara bersama-sama.

 

"Ideologi Papua Merdeka itu selalu mengalir dalam setiap tarikan nafas, urat nadi dan tetesan darah anak-anak Papua sehingga kemana pun mereka pergi, selalu mereka bawa. Jadi hal ini tidak bisa kita sangkal atau pungkiri," jelas sekertaris DPD Partai Demokrat Provinsi Papua itu.

 

Namun demikian, menurut dia, tugas utama pelajar dan mahasiwa Papua dikirim ke luar negeri adalah untuk belajar dengan baik agar mampu mempersiapkan diri mengisi pembangunan di Tanah Papua dan menghadapi tantangan global.

 

Pendapat itu ia sampaikan menyusul ada semacam kecurigaan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI bahwa sejumlah pelajar dan mahasiswa Papua yang dikirim belajar di luar negeri, ada yang terindikasi terlibat aktivitas kampanye Papua Merdeka.

 

Beberapa diantara mereka (baca mahasiswa Papua) juga terlihat mengenakan atribut Papua Merdeka pada media sosial seperti facebook, twitter maupun instalgram. Bahkan belum lama ini sempat beredar di medsos, anak Bupati Nduga, Yairus Gwijangge, yang sedang studi di Australia terlihat dalam foto memegang bendera Bintang Kejora.

 

Menanggapi situasi semacam ini, konsul Jenderal RI Los Angeles, Simon D.I. Soeharto, mengatakan bahwa pihaknya selaku kepanjangan tangan pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membina setiap warga negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri. Termasuk pelajar dan mahasiswa Papua yang studi di Amerika.

 

"Kami menyambut niat baik Pemda Papua mengirim mahasiswanya untuk belajar di luar negeri. Karena itu merupakan langkah nyata mengejar ketertinggalan SDM dan pembangunan," kata kepala KJRI Los Angeles itu.

 

Menurutnya, bila ada kendala yang dihadapi seperti persoalan studi dan biaya di kampus, pihaknya sangat bersedia membantu melalui koordinasi dengan Pemda Papua. Ditambahkan, KJRI Los Anggeles maupun San Francisco selama ini telah melibatkan sejumlah mahasiswa/i Papua dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

 

Misalnya dalam hal promosi budaya dan pariwisata. Sebab kata dia, tidak banyak orang Amerika yang mengenal Indonesia dengan baik  beserta budaya dan ikon-ikon pariwisata di Indonesia. (Julian Howay / lintaspapua.com )

Editor: ADMIN WEB

Tags

Terkini

Gubernur Kodomo Konsultasi Anggaran ke Pusat

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:35 WIB
X