• Kamis, 8 Desember 2022

Inilah Profil Gubernur Papua, Lukas Enembe, Antara Dilarang Keluar Negeri dan Berobat Karena Sakit

- Selasa, 13 September 2022 | 18:24 WIB
Gubernur Papua,  Lukas Enembe, S.IP, MH., saat bersama Isterinya, Ibu Yulce W. Enembe, dalam sebuah kegiatan. Selalu berikan senyuman menyapa a warga  Papua. (Foto Facebook Lukas Enembe, S.IP)
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., saat bersama Isterinya, Ibu Yulce W. Enembe, dalam sebuah kegiatan. Selalu berikan senyuman menyapa a warga Papua. (Foto Facebook Lukas Enembe, S.IP)

Kendati demikian, Ketua Tim Penasehat Hukum Gubernur Papua, Roy Rening didampingi Tim Kuasa Hukum, Yustinus Butu, Alo Renwarin dan Juru Bicara (Jubir) Gubernur Papua, Rifai Darus, usai bertemu penyidik KPK memberi sanggahan terkait hal tersebut.

Ketua Tim Penasehat Hukum Gubernur Papua, Roy Rening didampingi Tim Kuasa Hukum, Yustinus Butu, Alo Renwarin dan Jubir Gubernur Papua, Rifai Darus memberi keterangan pers usai bertemu penyidik KPK di Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura, Senin (12/9/2022) (Ayu Ohee)

"Penetapan tersangka Gubernur Lukas Enembe itu bertentangan dengan KUHP dimana penetapan seorang tersangka pertama harus punya dua alat bukti dan kedua harus dimintai keterangan sebagai saksi. Nah Gubernur Lukas Enembe sampai saat ini belum diminta keterangan sebagai saksi dengan demikian penetapan Gubernur Lukas Enembe sebagai tersangka cacat prosedural dan formil," ujarnya Roy usai bertemu penyidik KPK di Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura, Senin, 12 September 2022.

Roy menjelaskan, bahwa kondisi Gubernur Lukas Enembe saat ini sedang kurang baik, sehingga setelah mendapat ijin untuk berobat dari Mendagri, Gubernur akan melakukan pengobatan rutin di luar negeri.

Baca Juga: Danrem 172/PWY : Babinsa Akan Dampingi UMKM Mama-Mama Papua

"Beliau sudah dapat surat ijin berobat dari bapak Mendagri, sehingga dengan kondisi saat ini, beliau harus berangkat berobat kembali. Hanya saja karena bertepatan dengan pemanggilan oleh pihak KPK, maka ditangguhkan," jelasnya.

Dikhawatirkan, apabila Gubernur Lukas Enembe melakukan pengobatan diluar negeri dalam waktu dekat ini, pihak KPK akan memberi tuduhan bahwa Gubernur Lukas Enembe hendak kabur.

"Gubernur mau mendengar pendapat kami untuk tidak pergi dahulu, karena bisa saja jika berangkat keluar negeri hari ini, maka KPK akan melakukan pendekatan, dengan tuduhan hendak kabur," ungkap Roy.

Maka, Roy menegaskan, bahwa Gubernur Lukas Enembe tidak takut untuk diperiksa KPK, lantaran dikatakan Gubernur tidak pernah memakan uang rakyat. Hanya saja, dikatakan kepada penyidik KPK, untuk menunggu kondisi Gubernur pulih.

Baca Juga: Korem 172/PWY Dapat Apresiasi Pangdam XVII/Cenderawasih Terkait Gebyar Mama Papua Mampu

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: Pikiran-Rakyat.com, ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X