• Sabtu, 1 Oktober 2022

Suara Prajurit TNI Dari Papua Tuk Effendi Simbolon, Moncong Harus Dijaga, Jangan Buat Kegaduhan Nasional

- Rabu, 14 September 2022 | 14:48 WIB
Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring. Richard (LPC)
Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) - Kecaman terhadap Anggota DPR RI, Effendi Simbolon atas pernyataannya yang menyamakan TNI seperti gerombolan bahkan melebihi ormas terus disuarakan oleh prajurit TNI di berbagai penjuru nusantara.

Di Papua sendiri, sebelumnya Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyayangkan pernyataan politisi PDIP tersebut, kali ini Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring turut angkat bicara.

Danrem 172/PWY mengecam keras dan menyebut Efendi Simbolon hanya mencari popularitas murahan dari pernyataan tersebut.

"Pernyataannya yang menyatakan TNI seperti gerombolan, lebih-lebih dari ormas sangat menyakiti hati saya dan prajurit saya. Saya meyakini hati kecil setiap prajurit TNI kecewa dengan pernyataan Effendi Simbolon tersebut," ucap Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring, Rabu 14 September 2022.

Danrem menilai, anggota Komisi I DPR RI tersebut sedang berupaya mengadu domba pimpinan TNI dengan tujuan memecah-belah TNI.

"Saya tegaskan prajurit saya tetap satu komando. Atasan kami bukan Effendi Simbolon tapi bapak Pangdam, Kasad, Panglima TNI dan Presiden," tegas Jenderal TNI itu.

Oleh karena itu, lanjut Danrem, ketika kita menjabat harus tahu diri karena jabatan ini tidak abadi, tetapi ada masanya.

"Oleh karena itu moncong harus dijaga, jangan membuat kegaduhan nasional," tegasnya Danrem mengingatkan.

Menurut Danrem JO, pernyataan Effendi Simbolon telah membuat kegaduhan di republik ini. Karena sebagai seorang intelektual, seharusnya bisa membedakan apa yang dimaksud gerombolan dan TNI. Gerombolan adalah sekumpulan orang-orang pengacau sedangkan TNI adalah benteng pertahanan negara.

Secara tegas, Danrem juga meminta Effendi Simbolon untuk mundur dari jabatannya sebagai wakil rakyat di DPR RI. "Jika tidak bisa menjadi cerminan bagi masyarakat maka mundur saja, kami lebih hormat kepada Ketua DPRD Lumajang H. Anang Akhmad Saifuddin yang berani mengundurkan diri dari jabatannya, hanya karena salah melafalkan pancasila, walaupun itu menurut kami hanya ketidaksengajaan. Tetapi kami menaruh hormat kepada beliau yang gentleman mengakui kesalahannya," tutur Danrem.

Halaman:

Editor: Richard Mayor

Terkini

X