• Rabu, 5 Oktober 2022

3 Pemuda Berhasil Bohongi Polisi dan "Prank" Warga Jayapura Terkena Panah Wayar

- Jumat, 23 September 2022 | 09:07 WIB
3 Pemuda Berhasil Bohongi Polisi dan "Prank" Warga Jayapura Terkena Panah Wayar. Richard (LPC)
3 Pemuda Berhasil Bohongi Polisi dan "Prank" Warga Jayapura Terkena Panah Wayar. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) - Tiga pemuda berhasil membohongi polisi dan mengeprank warga Kota Jayapura, dengan mengarang cerita bahwa salah satu teman mereka telah tertembak panah wayar, oleh orang tak dikenal (OTK) di wilayah Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis (22/9).

Aksi ketiga pemuda tersebut menimbulkan keresahan, ketakutan, ketidaknyamanan, hingga ketertiban umum antar warga masyarakat di Kota Jayapura.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor Mackbon, terkait kejadian tersebut mengatakan, itu hoax, tidak benar, bikin cerita bohong.

"Jadi begini ceritanya, ada tiga pemuda yakni, korban bernama Wahyu (16) bersama saksi Nabil (14) dan Irzan (17) mereka melaporkan bahwa teman mereka terkena panah wayar dibagian kepala oleh Orang Tidak Kenal (OTK) di wilayah Koya Timur," ujar Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Victor Mackbon, Jumat (23/9).

Lanjut Kapolresta, setelah menerima laporan tersebut, jajaran anggota di Polsek Muara Tami lansung melakukan pendalaman dari laporan tersebut.

"Faktanya keterangan yang disampaikan oleh ketiga pemuda tersebut adalah tidak benar, dan telah memberikan keterangan palsu. Bukan terkena panah wayar OTK. Melainkan sedang bermain panah wayar,” sebut Kapolresta Jayapura Kota.

Kapolresta bercerita, saat bermain panah wayar, saksi Irzan tidak sengaja menembakkan panah wayar, lalu tertancap dikepala korban Wahyu.

“Informasi bohong tersebut berdampak pada terganggunya kamtibmas karena menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat,” ungkap Kapolresta Jayapura Kota itu.

Terpenting sebut Kapolresta, pihaknya sudah merespon peristiwa tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pemuda tersebut. Karena telah menyebarkan keterangan palsu.

"Ketiga pemuda itu terancam dikenakan Undang-undang ITE pasal 28 tentang penyebaran berita bohong atau hoax yang ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara," tegas Victor Mackbon. (Richard/Lintas Papua)

Halaman:

Editor: Richard Mayor

Terkini

X