• Kamis, 8 Desember 2022

Berikan Dukungan Moril, 32 Tokoh Gereja Kunjungi Gubernur Papua di Kediaman Pribadi

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:42 WIB
Nampak 32 tokoh gereja saat berdialog dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, di kediaman pribadinya di Koya koso Kota Jaayapura, Selasa, (4/0/2022) (Celia Waromi / lintaspapua.com)
Nampak 32 tokoh gereja saat berdialog dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, di kediaman pribadinya di Koya koso Kota Jaayapura, Selasa, (4/0/2022) (Celia Waromi / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  - Guna melihat kondisi dan memberikan dukungan moril kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, 32 tokoh gereja dari berbagai denominasi gereja di Tanah Papua mengunjungi Gubernur Papua, Lukas Enembe di kediaman pribadinya di Koya, Kota Jayapura, Selasa (04/10/2022).

Para tokoh gereja ini diantaranya Ketua Sinode, pengurus sinode dan perwakilan Keuskupan Jayapura yang menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP).
Kedatangan tokoh-tokoh gereja ini sekaligus memastikan kondisi kesehatan orang nomor satu di Papua ini baik adanya, saat sedang menghadapi tuduhan gratifikasi hingga korupsi.

Meskipun saat ini belum bisa berbicara secara jelas dan berjalan normal, Gubernur Enembe menerima 32 tokoh dan pemimpin gereja ini untuk menyampaikan kondisi terkini kesehatannya.

"Saya masih belum bisa bicara jelas dan jalan normal. Kalau berdiri juga masih sakit dan tidak bisa lama," kata Gubernur Enembe setelah mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin dan tokoh gereja ini.

Enembe sangat mengapresiasi kedatangan para pemimpin gereja ini. Ia mengakui kedatangan para pemimpin gereja ini memberikan semangat agar ia cepat pulih dari sakitnya.

Para pemimpin gereja ini berkesempatan berdialog dengan Gubernur Enembe. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh para pemimpin gereja, termasuk mengenai tuduhan yang dialamatkan kepada Gubernur Papua ini.

Enembe menegaskan kepada para pemimpin dan pengurus gereja ini bahwa yang ia hadapi saat ini sudah berlangsung sejak tahun 2017. Dimana ia pernah hendak dijebak dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, hendak dicelakai hingga dibuntuti kemana-mana. Hendak berobat pun ia kerap dihalang-halangi.

"Pernah sekali saya mau berobat, nama saya hilang dari manifesto penerbangan," kata Enembe.

Lebih menyedihkan lagi, ia diminta untuk tidak berhubungan dengan beberapa pemimpin gereja (Ketua Sinode) di Tanah Papua.

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X