• Selasa, 29 November 2022

Kuasa Hukum, Aloysius Renwarin : Masih Dalam Keadaan Sakit, KPK Tunda Pemeriksaan Terhadap Gubernur LE

- Jumat, 4 November 2022 | 10:10 WIB
Kuasa Hukum Gubernur Paapua, Aloysius Renwarin, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di salah satu hotel di Jayapura, Kamis malam, (3/11/2022). (Celia Waromi  / lintaspapua.com)
Kuasa Hukum Gubernur Paapua, Aloysius Renwarin, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di salah satu hotel di Jayapura, Kamis malam, (3/11/2022). (Celia Waromi / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  - Ketua KPK Firli Bahuri turun langsung ke Jayapura untuk memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya di Kota Jayapura pada Kamis siang. Lukas menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Terkait hal tersebut, Kuasa Hukum Gubernur Papua, Aloysius Renwarin mengungkapkan, pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe tidak dilanjutkan, karena Gubernur Lukas masih dalam keadaan sakit.

"Setelah Gubernur Lukas dilakukan penyidikan oleh KPK namun tidak bisa di lanjutkan karena LE dalam keadaan sakit. Sesudah itu Gubernur Lukas di periksa oleh tim dokter KPK ada lebih dari 5 (lima) orang yang dipimpin oleh dokter Yohanis dengan memeriksa secara detail kondisi Gubernur LE. Dimana melakukan tensi dan tekanan darah Gubernur LE dalam keadaan sakit," ungkap Kuasa Hukum Gubernur Paapua, Aloysius Renwarin, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di salah satu hotel di Jayapura, Kamis malam, (3/11/2022).

Renwarin mengatakan, sejak kamis siang selama satu jam setengah tim KPK yang di pimpin ketua KPK melakukan pemeriksaan selamma satu setengah jam di dampingi Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustofa, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius. D Fakhiri dan Kabinda Papua, Mayjen TNI Gustav Agus Irianto.

"Sejak Kamis siang pukuk 01:30 s/d 04:32 pihak KPK RI yang di pimpin oleh Ketua KPK Firli Bahuri bersama Pangdam XVII Cenderawasih,  dan Kapolda Papua,
Kabinda Papua datang ke rumah Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan," kata Renwarin.

Tidak lama memeriksa Lukas Enembe, penyidikan KPK dihentikan, dikarenakan Gubernur masih dalam kedaan sakit

" Kesimpulan akan di putuskan oleh KPK, karena LE dalam keadaan sakit, sehingga tidak bisa dilakukan penyelidikan dan penyidikaan oleh pihak KPK di hentikan d karena LE dalam keadaan sakit.


Pihak medis setelah melakukan tensi darah, tekanan darah, suhu badan Gubernur LE masih tidak stabil. Sehingga akan membuat rekomendasi ke KPK dan akan memutuskan ke depan terhadap kasus Gubenur Lukas Enembe," tutur Renwarin.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengucapkan terimakasih kepada masayarakat Papua yang telah

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X