• Kamis, 8 Desember 2022

TNI Himbau Warga Tinggalkan Lokasi Penambangan Emas di Korowai

- Senin, 7 November 2022 | 13:11 WIB
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring. Richard (LPC)
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) - Pasca kekerasan dengan pembunuhan yang belakangan ini gencar menimpa warga di daerah perbatasan antara Kabupaten Pengunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, serta di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, sebagai penambang emas disana, agar meninggalkan tempat tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring, di Jayapura, Senin 7 November 2022.

Menurut Komandan Korem, rangkaian kekerasan dengan pembunuhan terhadap warga "penambang emas" yang belakangan ini terjadi di wilayah perbatasan antara Kabupaten Pengunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, serta di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel. Dilakukan oleh kelompok Kriminal Separatis Teroris (KST) bersenjata dari kelompok Bocor Sobolim.

"Dari informasi yang saya dengar, Bocor Sobolim ingin mengambil perempuan menjadi istrinya atau untuk bersama dia. Namun perempuan itu tidak mau karena dia sudah punya pacar atau suami. Ini yang saya dapat laporannya," ujar Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring.

Lantaran penolakan itu, sebut Komandan Korem, sehingga ia (Bocor Sobolim) lantas mengancam dan akan menyerang warga-warga yang menjadi penambang-penambang disana.

"Dan hal itu ia (Bocor Sobolim) lakukan dengan membunuh satu orang penambang disana," sebut Brigjen TNI JO Sembiring.

Untuk itu, Komandan Korem berpangkat jenderal itu menghimbau para pekerja yang ada di Korowai yang memang saat ini aparat kemanan tidak ada disana.

Dan kegiatan yang dilakukan tersebut juga menurutnya dilakukan oleh masing-masing individu.

“Apalagi mengingat jelang 1 Desember kita tau ada momen-momen yang nanti sedianya dimanfaatkan oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) bersenjata untuk melakukan aksi. Saya menghimbau untuk lebih hati-hati. Kalau memang bisa dihentikan sementara ya dihentikan kegiatannya,” tutur JO Sembiring.

Tapi memang masyarakat cukup banyak disana, dan disana memang tidak ada apparat.

Halaman:

Editor: Richard Mayor

Terkini

X