Negara Pastikan Pendekatan Humanis Berbasis Teritorial Untuk Mengatasi Masalah Keamanan di Papua

- Selasa, 6 Desember 2022 | 22:26 WIB
The Biak Munara Festival at Wampasi on Biak island, Papua, 23  Juni 2015. (www.indonesia.travel-Him)
The Biak Munara Festival at Wampasi on Biak island, Papua, 23 Juni 2015. (www.indonesia.travel-Him)

BIAK NUMFOR (LINTAS  PAPUA)  - Peristiwa penembakan misterius, baik terhadap warga sipil maupun petugas keamanan di wilayah Papua, hingga kini masih kerap terjadi. Terakhir, tiga hari yang lalu, Selasa (29/11/2022), sebuah aksi penembakan misterius terjadi di Jl. Jenderal Sudirman, Yahukimo, Papua Pegunungan yang menewaskan seorang petugas kepolisian.

Saat ditanya awak media tentang hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin selaku Ketua Badan Pengarah Papua (BPP), menegaskan bahwa hingga kini pemerintah masih menggunakan pendekatan humanis berbasis teritorial untuk mengatasi masalah keamanan di Papua.

“Kita kan sudah menganut bahwa pendekatan kita itu, pendekatan yang humanis dan berbasis teritorial,” tegas Wapres saat memberikan keterangan pers di Pangkalan TNI AU Manuhua, Biak Numfor, Papua, Jumat (02/12/2022).

Kemudian, sambung Wapres, upaya penyadaran kepada masyarakat Papua sebagai bagian dari bangsa Indonesia juga terus dilakukan.

“Selama ini memang sudah dilakukan, walaupun masih ada [gangguan keamanan] seperti penembakan itu, sebenarnya dari segi frekuensinya sudah menurun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa akan terus dilakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang berupaya mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

“Dan langkah kita adalah mencari mereka yang melakukan penembakan untuk dilakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, Wapres menuturkan bahwa akar masalah terganggunya stabilitas keamanan di Papua disebabkan oleh masalah kesejahteraan dan penegakan hak asasi manusia (HAM).

Adapun untuk mengatasi masalah kesejahteraan, ia memastikan, pemerintah saat ini tengah gencar berupaya melakukan percepatan pembangunan di wilayah Papua, termasuk dengan membentuk beberapa daerah otonom baru (DOB).

Halaman:

Editor: Eveerth Joumilena

Sumber: BPMI Setwapres

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Musnhakan 423 Liter Milo

Senin, 6 Februari 2023 | 19:54 WIB

11 Tim Ramaikan Lomba Tari Yospan

Senin, 6 Februari 2023 | 19:42 WIB

59 Persen Guru di Papua Selatan Belum Tersertifikasi

Senin, 6 Februari 2023 | 18:37 WIB

GKIP Klasis Yatamo Tage Sukses Gelar Rakersis Ke-I.

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:35 WIB
X