Tak Pake Penokok, Beginilah Cara Baru Masyarakat Kampung Taronta Dapat Ampas Sagu

- Kamis, 19 Januari 2023 | 08:38 WIB
Tak Pake Penokok, Beginilah Cara Baru Masyarakat Kampung Taronta Dapat Ampas Sagu. Richard (LPC)
Tak Pake Penokok, Beginilah Cara Baru Masyarakat Kampung Taronta Dapat Ampas Sagu. Richard (LPC)

BONGGO (LINTAS PAPUA) - Masyarakat Kampung Taronta, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, mereka menemukan cara baru dalam mendapatkan ampas sagu, yang kemudian diremas-remas hingga mendapatkan sari sagu, untuk papeda.

Penemuan cara baru itu, dikenal dengan nama pengosok, yang dibuat dari selembar papan, serta diberi sejumlah paku, yang ditancapkan pada selembar papan, sesuai kebutuhan.

Dengan alat sederhana tersebut, mereka dapat mengelolah sagu secara tradisional.

Sebelumnya mereka juga mengunakan penokok sebagai alat untuk mendapatkan ampas sagu, yang secara umum di pakai oleh masyarakat Papua. Namun dengan adanya alat baru tersebut, mereka tak lagi memakai alat penokok.

Salah satu masyarakat asli Kampung Taronta, Nimbrot Sanomar, selaku pencetus cara baru tersebut, yang ditemui Lintas Papua.Com, Rabu 18 Januari 2023, mengatakan, bahwa cara baru tersebut ia mulai terapkan dan lakukan sejak Tahun 1995 hingga saat ini.

"Sejak Tahun 1995, puji Tuhan, atas hikmat Tuhan kepada saya, saya boleh menemukan cara baru untuk mendapatkan ampas sagu, yang kemudian diramas hingga mendapatkan sagu, untuk papeda," ujar Nimbrot Sanomar.

Untuk pembuatannya sangat mudah dan sederhana yakni, sebut Nimbrot, ia membutuhkan 1 lembar papan, dan 2 kilo paku lima.

"Ya, untuk pembuatan alat pengosok sagu, saya butuh 1 lembar papan, dan 2 kilo paku lima. Itu saja," ucap Nimbrot.

Nimbrot bercerita, untuk cara pengunaannya pun sederhana, bisa dilakukan oleh satu orang maupun dua orang, dengan cara papan pengosok ditaruh diatas badan pohon sagu yang telah dikupas kulitnya, kemudian digosok secara berlawanan arah secara berulang-ulang hingga mendapatkan ampas sagu.

"Pengunaan alat pengosok sagu, bisa digunakan oleh satu orang juga dua orang. Kalau satu orang ya, ujung papan diikat karet, lalu ditarik. Dan untuk dua orang ya, satu orang pegang diujung papan sebelah, dan satu orang lagi pegang diujung papan disebelahnya lagi, lalu didorong atau digosok-gosok secara berlawanan arah dan berulang-ulang hingga mendapatkan ampas sagu," tuturnya.

Halaman:

Editor: Richard Mayor

Terkini

GKIP Klasis Yatamo Tage Sukses Gelar Rakersis Ke-I.

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:35 WIB

Gubernur Kodomo Konsultasi Anggaran ke Pusat

Kamis, 26 Januari 2023 | 15:35 WIB
X